As one of the requirements to graduate from Magister Program is having our TOEFL with the minimum score is 450. TOEFL is Test of English as a Foreign Language.
I had a TOEFL test long time ago in 2000 when applying for a position in one of the biggest telecommunication company in Indonesia, and my score was 600. I never had any TOEFL tests anymore after that.
Last week, the academic has been very kind to organize a TOEFL preparation in order to increase everyone’s score.
Well, ternyata walaupun kuliah S2 masih banyak yang bahasa Inggrisnya kedodoran. Bagaimana mau research pake’ literatur asing kalau bahasa Inggrisnya memble?
So, jadilah kami ikutan kelas persiapan untuk tes TOEFL. Seperti biasa, untuk melihat sejauh mana kemampuan para peserta course ini, maka diadakan “placement test”. Pada dasarnya soal-soal placement test juga adalah soal-soal TOEFL, akan tetapi tidak dipakai sebagai score resmi. Score resmi baru diambil pada test berikutnya dengan harapan score yang didapat lebih baik dari sebelumnya.
Saya belum pernah ikut persiapan TOEFL walaupun sudah sering ikut test bahasa Inggris dimana-mana sebelum diterima bekerja. Saya sangat antusias untuk mengetahui berapa score saya sekarang dan trik-trik apa saja yang bisa membuat saya lebih cepat dalam mengenali soal dan menjawabnya dengan cepat pula.
Hasil placement test saya lumayan juga. Nggak banyak perubahan. Kali ini score saya 603. Saya ingin supaya score saya bisa naik lagi. Maksimal score TOEFL adalah 667. So, saya sangat berharap dengan ikut kelas penguatan ini, score saya bisa naik lebih banyak lagi. Yah, at least nambah 20 point deh…
Kelas persiapan ini dibagi menjadi 3 kali pertemuan. Pertemuan pertama dan kedua saya sempat ikut, dan dari situ saya sudah dapat mengambil beberapa trik untuk dapat mengerjakan TOEFL dengan lebih cepat. Pada pertemuan pertama, saya masih excited, karena setelah bertahun-tahun mempergunakan bahasa Inggris, kali ini memory saya disegarkan lagi dengan teori-teori dasar. Sayangnya, hari kedua saya mulai bosan, sehingga saya lebih banyak berada di luar ruangan sekedar untuk merokok. Selain itu juga, ada beberapa teman sekelas saya yang merasa terganggu dengan kehadiran saya. Saya tahu walaupun mereka sambil bercanda mengatakan bahwa saya tidak perlu ikut lagi kelas persiapan, tapi sebenarnya mereka tidak menginginkan saya aktif ikut menjawab soal-soal.
Setiap kali sebuah soal dibacakan, teman di depan saya selalu menengok ke arah saya sambil begini : . Akhirnya saya bosan. Mendingan duduk di luar, ngopi, ngerokok sambil melamun. Padahal saya sudah bayar! Rugi dong bayar 1,5 juta tapi nggak boleh ikutan?
Anyway, ada sedikit oleh-oleh yang ingin saya bagi di sini. Kalau ikut tes persiapan TOEFL biayanya bisa mahal, maka kalau ada yang kebetulan ingin ikut TOEFL bisa coba beberapa trik yang saya dapat dari kelas persiapan sebelum saya terusir dari kelas.
Semua orang yang sudah pernah membaca soal-soal TOEFL pasti tahu bahwa test tersebut mengandung banyak jebakan. Selain ketelitian, butuh kecepatan untuk menjawabnya karena semuanya diberi waktu yang sangat terbatas. Hal-hal berikut ini mungkin bisa dijadikan panduan.
Soal TOEFL PBT yang saya ikuti kemarin memiliki 3 sesi, yaitu : Listening Comprehension (30-40 menit), Structure and Written Expression (25 menit), dan Reading Comprehension (55 menit). Dalam TOEFL yang lain ada juga yang menyertakan Writing (Test of Written English) dan Speaking (Test of Spoken English).
Sebisa mungkin kita sudah harus mengenal basic grammar. Tidak perlu beli buku yang ‘heboh’ deh, cukup beli buku pelajaran bahasa Inggris untuk SMP saja, justru lebih mudah mempelajari grammarnya.
TOEFL test sangat menguras pikiran dan energi. Oleh karena itu, kita harus menghemat energi kita dan berusaha se-rileks mungkin ketika mengerjakan soal-soal tes walaupun waktunya sangat sempit.
Untuk Listening Comprehension
1. Pada soal dimana percakapan singkat yang dilakukan oleh dua orang, kita tidak perlu memperhatikan terlalu penuh kepada pembicara pertama, karena sudah pasti yang menjadi soal adalah percakapan yang dilakukan oleh orang kedua.
2. Pada percakapan yang agak panjang, sempatkanlah diri membaca pertanyaan-pertanyaan yang dimunculkan pada setiap soal, pada saat mendengarkan soal, buatlah catatan-catatan kecil mengenai data yang berhubungan dengan soal-soal yang ditanyakan saja.
Untuk Structure dan Written Expression
Biasanya soal dibuat dimana kita harus mencari “kata” yang tidak tepat atau salah. Beberapa kata digaris-bawahi, dan akan membuat kita bingung untuk menentukan dimana kesalahan yang terjadi.
Ada pula soal pilihan ganda, pilihannya ada 4, dimana kita diminta untuk mengisi area yang kosong pada soal.
Tapi saya sudah dapat triknya! Kita hanya cukup mengenali apakah kalimat soal tersebut sudah memiliki Subject dan Verb!
Misalnya :
Kalau kita melihat satu kalimat soal belum memiliki Subject, maka pada pilihan ganda, kita hanya tinggal mencari jawaban yang mengandung Verb. Begitu juga sebaliknya. Tapi kalau kalimatnya sudah komplit, maka yang harus kita cari hanyalah pelengkap dari Subject atau Verb itu sendiri.
Demikian juga pada soal dimana ada beberapa kata yang digaris-bawahi untuk menjebak kita. Kuncinya hanya tinggal merefer ke trik di atas, jadi yang perlu diperhatikan hanya kata yang digaris-bawahi, dengan menghubungkannya dengan kata sebelumnya atau sesudahnya.
Untuk Reading Comprehension
Kelihatannya mudah karena tinggal mencari jawaban yang ada pada soal cerita. Tapi jangan salah, tidak semua jawaban ada di soal cerita, dan soal reading ini diletakkan di akhir test, dimana energi kita sudah habis terkuras pada 2 sesi sebelumnya. Jangan membuang waktu terlalu lama untuk membaca cerita. Konsentrasilah pada pertanyaan dan pilihan gandanya. Maka triknya adalah :
- membaca pilihan ganda yang disediakan lalu mencoba mencocokkan data tersebut dengan yang ada di soal cerita; atau
- membaca cepat (scanning) soal cerita.
Satu tips yang diberikan oleh salah satu pembimbing adalah : malam sebelum test jangan belajar apapun! Kalau ingin merefresh ingatan tentang teori, jangan dilakukan pada malam sebelum test. Satu jam sehari seminggu sebelum test adalah pilihan yang baik. Usahakan otak rileks dan tidur cukup
http://www.bloggaul.com/roseheart/readblog/87023/sharing-toefl-tips-and-tricks
Tampilkan postingan dengan label TOEFL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOEFL. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 22 Mei 2010
Tips Lengkap Sukses Ujian TOEFL
Test Of English Foreign Language (TOEFL) dewasa ini banyak dipergunakan sebagai bagian dari tahap seleksi oleh suatu instansi, baik untuk tes masuk S2 (skor min : 450), tes mendapatkan beasiswa (skor min : 500) maupun tes penerimaan ODP Bank Mandiri (skor min : 450). Pembahasan mengenai meteri TOEFL telah sering disampaikan. Untuk itu berikut ini akan diulas tips lengkap dari sisi lain, agar Anda dapat sukses dalam mengambil ujian TOEFL :
1. Siapkan Kemampuan Otodidak. Sebelum mengambil TOEFL Preparation Program ataupun TOEFL Test Program, akan lebih tepat apabila anda mengoptimalkan skill anda secara otodidak terlebih dahulu. Karena apabila skill anda masih sangat kurang, TOEFL Preparation akan menjadi sia-sia. Buku Barron’s lebih dari cukup untuk membantu anda dalam tahap belajar otodidak ini, karena telah dilengkapi penjelasan-penjelasan praktis tentang grammer, reading, kaset untuk kebutuhan listening serta soal-soal latihan lengkap dengan pembahasannya
2. Berlatih Listening. Berlatih listening tidak harus menggunakan kaset percakapan dalam tes TOEFL, namun bisa dibuat lebih menyenangkan sehingga anda tidak bosan dalam berlatih. Sediakan waktu setidaknya 2 jam sehari untuk mendengarkan percakapan bahasa inggris melalui media-media umum seperti siaran BBC, Menonton acara National Geographics atau bahkan menonton film berbahasa inggris (tanpa text)
3. Berlatih Reading. Untuk memudahkan dalam berlatih reading ala TOEFL adalah berlatihlah membaca cepat dan memahami makna secara kalimat atau secara paragraf. Jangan terpaku pada kata per kata. Hal ini akan melatih anda dalam hal paraphrase (menyimpulkan makna secara singkat) dan pronoun (Penggunaan he, she, it, dst sebagai pengganti orang I/II/III) dari sebuah paragraf.
4. Mencari Lawan Bicara. Hal ini akan melatih anda dalam mendengarkan untuk kemudian berbicara. Disini anda dilatih untuk menyusun kata-kata secara terstuktur berdasarkan dasar-dasar pemahaman anda pada poin 1.
5. Berlatih Soal. Berlatih soal berguna bagi Anda untuk memahami model-model soal tes TOEFL. Sehingga semakin sering anda berlatih, maka semakin familiar anda dengan soal-soal TOEFL. Untuk berlatih dengan soal TOEFL, anda bisa mengunjungi situs-situs berikut ini dan melakukan tes secara gratis : www.freetoefl.com, www.testmagic.com, www.testwise.com dsb
6. Tenang. Setelah anda melakukan cara-cara persiapan di atas, tiba waktunya anda berhadapan dengan ujian TOEFL. Yang perlu Anda perhatikan adalah : tenang. Jangan terburu-buru menjawab, kerjakan soal dengan tenang.
7. Konsentrasi. Konsentrasi merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan anda dalam TOEFL khususnya untuk sesi listening, karena materi soal dan pertanyaan tidak akn pernah diulang. Sehingga sekali terlewatkan 3-4 kata maka anda berarti telah melawatkan 1 buah soal.
8. Jangan Terpaku Pada 1 Soal. Mengingat waktu yang diberikan sangat terbatas, biasakan jangan terlalu lama untuk menjawab satu soal. Apabila satu soal sepertinya sulit, tinggalkan soal tersebut dengan cepat dan lanjutkan dengan soal berikutnya. Gunakan waktu sisa untuk mengulang soal yang ada, hal ini hanya berlaku untuk sesi grammer dan reading
http://tipsanda.com/2008/09/25/tips-lengkap-sukses-ujian-toefl/
1. Siapkan Kemampuan Otodidak. Sebelum mengambil TOEFL Preparation Program ataupun TOEFL Test Program, akan lebih tepat apabila anda mengoptimalkan skill anda secara otodidak terlebih dahulu. Karena apabila skill anda masih sangat kurang, TOEFL Preparation akan menjadi sia-sia. Buku Barron’s lebih dari cukup untuk membantu anda dalam tahap belajar otodidak ini, karena telah dilengkapi penjelasan-penjelasan praktis tentang grammer, reading, kaset untuk kebutuhan listening serta soal-soal latihan lengkap dengan pembahasannya
2. Berlatih Listening. Berlatih listening tidak harus menggunakan kaset percakapan dalam tes TOEFL, namun bisa dibuat lebih menyenangkan sehingga anda tidak bosan dalam berlatih. Sediakan waktu setidaknya 2 jam sehari untuk mendengarkan percakapan bahasa inggris melalui media-media umum seperti siaran BBC, Menonton acara National Geographics atau bahkan menonton film berbahasa inggris (tanpa text)
3. Berlatih Reading. Untuk memudahkan dalam berlatih reading ala TOEFL adalah berlatihlah membaca cepat dan memahami makna secara kalimat atau secara paragraf. Jangan terpaku pada kata per kata. Hal ini akan melatih anda dalam hal paraphrase (menyimpulkan makna secara singkat) dan pronoun (Penggunaan he, she, it, dst sebagai pengganti orang I/II/III) dari sebuah paragraf.
4. Mencari Lawan Bicara. Hal ini akan melatih anda dalam mendengarkan untuk kemudian berbicara. Disini anda dilatih untuk menyusun kata-kata secara terstuktur berdasarkan dasar-dasar pemahaman anda pada poin 1.
5. Berlatih Soal. Berlatih soal berguna bagi Anda untuk memahami model-model soal tes TOEFL. Sehingga semakin sering anda berlatih, maka semakin familiar anda dengan soal-soal TOEFL. Untuk berlatih dengan soal TOEFL, anda bisa mengunjungi situs-situs berikut ini dan melakukan tes secara gratis : www.freetoefl.com, www.testmagic.com, www.testwise.com dsb
6. Tenang. Setelah anda melakukan cara-cara persiapan di atas, tiba waktunya anda berhadapan dengan ujian TOEFL. Yang perlu Anda perhatikan adalah : tenang. Jangan terburu-buru menjawab, kerjakan soal dengan tenang.
7. Konsentrasi. Konsentrasi merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan anda dalam TOEFL khususnya untuk sesi listening, karena materi soal dan pertanyaan tidak akn pernah diulang. Sehingga sekali terlewatkan 3-4 kata maka anda berarti telah melawatkan 1 buah soal.
8. Jangan Terpaku Pada 1 Soal. Mengingat waktu yang diberikan sangat terbatas, biasakan jangan terlalu lama untuk menjawab satu soal. Apabila satu soal sepertinya sulit, tinggalkan soal tersebut dengan cepat dan lanjutkan dengan soal berikutnya. Gunakan waktu sisa untuk mengulang soal yang ada, hal ini hanya berlaku untuk sesi grammer dan reading
http://tipsanda.com/2008/09/25/tips-lengkap-sukses-ujian-toefl/
Masalah yang Sering Muncul dalam TOEFL iBT
Anda tahu apa salah satu masalah besar dengan versi iBT (Internet Based Testing)? Internet tidak selalu stabil. Hanya beberapa hari yang lalu, pelajar TOEFL di Asia memiliki banyak kesulitan mengambil ujian:
Masalah utama adalah dengan ETS (perusahaan yang menjalankan TOEFL) server di Amerika Serikat. Tentang 4.000 siswa di Korea Selatan harus menunggu selama dua jam untuk server yang akan ditetapkan sebelum mereka dapat mengambil ujian. Beberapa tidak dapat mengikuti ujian sama sekali. ETS memiliki banyak sistem komputer dan jaringan karena kesalahan mengadopsi berbasis Internet Test (iBT) TOEFL di tahun 2006. Hal ini karena telah format iBT terbiasa untuk men-download soal ulangan dari server utama sepanjang ujian, sementara sistem sebelumnya, Komputer berbasis Test (CBT), pertanyaan yang disimpan secara terpisah pada setiap komputer.
Banyak siswa yang membutuhkan skor TOEFL untuk masuk perguruan tinggi sekarang harus memiliki nilai sebelum waktunya (in time). Beberapa bahkan telah mendesak tindakan hukum terhadap ETS. Orang di kota-kota kecil dan kota yang sering melakukan perjalanan ke kota yang lebih besar untuk mengambil ujian … telah banyak kehilangan uang dan waktu.
ETS mengatakan bahwa masalah ini disebabkan oleh server utama di Amerika Serikat dan akan membolehkan pengembalian biaya atau gratis mengulangi tes kembali bagi orang-orang yang telah mendaftar.
Apakah kalian pikir itu cukup, atau siswa harus ETS kompensasi lebih lanjut? Jika Anda telah mengambil TOEFL iBT sebelumnya, apakah Anda mengalami masalah teknis?
Tetap semangat dan terus tingkatkan kemampuan Anda dalam berbahasa Inggris.
Semoga tips dari saya bisa membantu Anda semua.
Salam sukses..!
http://blog.uad.ac.id/santos/2009/05/22/masalah-yang-sering-muncul-dalam-toefl-ibt/
Masalah utama adalah dengan ETS (perusahaan yang menjalankan TOEFL) server di Amerika Serikat. Tentang 4.000 siswa di Korea Selatan harus menunggu selama dua jam untuk server yang akan ditetapkan sebelum mereka dapat mengambil ujian. Beberapa tidak dapat mengikuti ujian sama sekali. ETS memiliki banyak sistem komputer dan jaringan karena kesalahan mengadopsi berbasis Internet Test (iBT) TOEFL di tahun 2006. Hal ini karena telah format iBT terbiasa untuk men-download soal ulangan dari server utama sepanjang ujian, sementara sistem sebelumnya, Komputer berbasis Test (CBT), pertanyaan yang disimpan secara terpisah pada setiap komputer.
Banyak siswa yang membutuhkan skor TOEFL untuk masuk perguruan tinggi sekarang harus memiliki nilai sebelum waktunya (in time). Beberapa bahkan telah mendesak tindakan hukum terhadap ETS. Orang di kota-kota kecil dan kota yang sering melakukan perjalanan ke kota yang lebih besar untuk mengambil ujian … telah banyak kehilangan uang dan waktu.
ETS mengatakan bahwa masalah ini disebabkan oleh server utama di Amerika Serikat dan akan membolehkan pengembalian biaya atau gratis mengulangi tes kembali bagi orang-orang yang telah mendaftar.
Apakah kalian pikir itu cukup, atau siswa harus ETS kompensasi lebih lanjut? Jika Anda telah mengambil TOEFL iBT sebelumnya, apakah Anda mengalami masalah teknis?
Tetap semangat dan terus tingkatkan kemampuan Anda dalam berbahasa Inggris.
Semoga tips dari saya bisa membantu Anda semua.
Salam sukses..!
http://blog.uad.ac.id/santos/2009/05/22/masalah-yang-sering-muncul-dalam-toefl-ibt/
Tip and Trik dalam Menghadapi Ujian TOEFL
My opinion from the Headlines of kompas.com:
Memang TOEFL itu bervariasi. Sekarang bukan zamannya lagi TOEFL paper based test. Sekarang, dengan kemajuan teknologi, iBT TOEFL telah “melanggang” buana. Tipe-tipe dalam iBT berbeda dari pBT (paper based test). Hal ini karena, dalam internet based, semua aspek diujikan, terlebih lagi speaking dan writing yang menantang.
Contohnya: kita disodorkan dua case, pertama dari reading, yang memberikan suatu opini tertentu.
Kemudian kita disodorkan oleh listening, yang membawa kita pada situasi yang berbeda (kontra atau mendukung) reading test. Nah, inilah yang berbeda, dan dengan perbedaan ini kita harus lebih meng-improve listening, writing, selain juga structure and written expression. Na, selamat ber-TOEFL ria…!
Inilah berita selengkapnya
SETIAP kali jadwal penerimaan mahasiswa dimulai atau tawaran beasiswa studi di luar negeri dari institusi bergengsi dibuka, para calon mahasiswa di seluruh dunia berbondong-bondong mengikuti ujian bahasa Inggris TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Itulah tes kemampuan berbahasa Inggris yang diselenggarakan bagi orang-orang yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.
TOEFL pertama kali diselenggarakan pada tahun 1963. Hingga saat ini, TOEFL diselenggarakan di 165 negara dan puluhan juta orang telah mengikuti tes tersebut. TOEFL mempunyai kedudukan yang sangat penting karena semua perguruan tinggi di luar negeri, terutama negara-negara berbahasa Inggris, menjadikan TOEFL sebagai salah satu syarat penerimaan mahasiswa. Biaya mengikuti tes TOEFL sebesar 130 dollar Amerika.
TOEFL ada dua macam, yakni International TOEFL dan Institutional TOEFL. International TOEFL diselenggarakan oleh Kantor TOEFL di Amerika, dengan menunjuk badan-badan khusus yang tersebar di seluruh dunia. Saat ini, soal-soal International TOEFL yang diselenggarakan di ibu kota negara sudah menggunakan sistem komputer, namun di kota-kota lain masih menggunakan sistem kertas dan pensil.
Institutional TOEFL biasanya diselenggarakan perguruan tinggi atau lembaga bahasa Inggris terkemuka, dengan mengacu soal-soal dari International TOEFL. Institutional TOEFL juga masih menggunakan sistem kertas dan pensil. Walaupun soal-soalnya sama, namun hasil tes Institutional TOEFL tidak diakui secara internasional.
Sebaiknya sebelum memutuskan mengikuti International TOEFL, pastikan dulu pada pihak universitas atau pemberi beasiswa apakah mereka menerima Institutional TOEFL. Jika ya, lebih baik mengambil Institutional TOEFL karena biayanya jauh lebih murah, hanya 25 dollar Amerika. Di Indonesia, salah satu penyelenggara Institutional TOEFL adalah Aminef.
BANYAK orang menganggap soal TOEFL sangat sulit dan menjebak karena berbeda dengan soal-soal di bahasa Inggris biasa (general English). Namun walau sulit, bukan tidak mungkin mendapatkan nilai tinggi di TOEFL. Dengan persiapan yang baik dan tahu strategi mengerjakan soal-soal TOEFL, maka peluang mendapatkan nilai tinggi TOEFL sangat terbuka.
“Ujian TOEFL memang sukar. Soalnya banyak yang mengecoh. Selain itu, waktu yang tersedia sangat pendek. Dalam waktu 130 menit harus mengerjakan 140 soal dan mengerjakan esai 300 kata dalam waktu 30 menit. Untuk ujian listening, peserta ujian harus mengerahkan konsentrasi karena percakapannya sangat cepat, sering tidak jelas, dan hanya diputar satu kali,” kata Danny R Cyssco, penulis buku TOEFL dan Bahasa Inggris, dalam seminar “Keys to Succes in TOEFL” yang diselenggarakan Toko Buku Gramedia, akhir Juli lalu.
Menurut Cyssco, tidak bisa ujian TOEFL dilakukan dengan hanya belajar satu malam atau satu minggu sebelum tes. Para peserta TOEFL harus mempersiapkan diri jauh-jauh hari agar bisa mendapatkan nilai tinggi.
“Sebaiknya ambillah kursus persiapan TOEFL untuk meningkatkan pemahaman bahasa Inggris. Persiapan juga bisa dilakukan dengan mempelajari buku-buku TOEFL, mencoba mengerjakan soal-soalnya, lalu mencocokkan jawabannya. Dengan sering mencoba soal-soal tersebut, peserta menjadi terbiasa dengan jebakan-jebakan yang ada di TOEFL,” ujar Cyssco.
Tambahnya, “Jika sudah biasa mengerjakan, maka peserta tes tidak lagi merasa gugup dan grogi saat ujian. Sesiap apa pun seorang peserta, jika perasaan tidak tenang maka dia bisa gagal dalam ujian itu.”
Tes TOEFL terdiri dari empat bagian, yakni listening (mendengarkan), structure and written expression (tata bahasa), reading (memahami bacaan), dan writing (esai). Mendengarkan terdiri 50 soal dan lamanya 35 menit. Tata bahasa mempunyai 40 soal yang harus dijawab dalam waktu 25 menit. Dan untuk mengerjakan 50 soal bacaan disediakan waktu 55 menit. Sedangkan untuk esai, setiap peserta harus membuat karangan sepanjang 300 kata dalam waktu 30 menit. Dalam menulis karangan ini, setiap peserta harus memberikan argumentasi.
Karena waktu yang disediakan sangat pendek sementara soalnya begitu banyak dan menjebak, maka diperlukan strategi dalam mengerjakannya.
Menurut Cyssco ada kiat-kiat umum yang bisa dilakukan oleh para peserta.
Pahami perintahnya dengan baik. Dari tahun ke tahun, perintah yang ada dalam soal-soal TOEFL selalu sama. Jadi hal ini bisa dipelajari sebelum mengikuti tes. Dengan begitu, tidak perlu membuang waktu untuk membaca perintah soal.
Dengarkan percakapan dengan seksama karena hanya diputar satu kali. Konsentrasilah pada soal. Jangan bicara atau melihat ke sesuatu yang lain karena bisa membuyarkan konsentrasi.
Pilihlah pertanyaan yang mudah dulu. Jangan buang waktu untuk mengerjakan soal yang sulit. Biasanya, soal-soal TOEFL bertingkat, dari mudah ke sulit. Namun untuk jawabannya, tidak ada model yang pasti. Maksudnya, setelah menjawab B empat kali, maka jawaban berikutnya pasti D.
Jangan sampai ada soal yang kosong karena sistem penilaian TOEFL bukan sistem penalti, dikurangi bila memberikan jawaban salah.
Jangan menyontek atau memberitahu teman. Jika ketahuan, maka panitia tidak segan-segan mengeluarkan peserta itu dan melarang mengerjakan tes lagi.
SELAIN ada kiat-kiat umum, tentu ada kiat khusus. Kiat khusus ini sangat berguna untuk mengerjakan soal mendengarkan dan tata bahasa.
Kiat khusus untuk soal mendengarkan. Duduklah di dekat pengeras suara, bukan di dekat radio tape. Namun jangan duduk di depannya langsung, juga jangan dekat tembok karena suara akan bergema.
Soal mendengarkan terdiri dari tiga bagian. Masing-masing bagian memiliki kiat khusus. Untuk bagian pertama, begitu mendengar percakapan, fokuslah pada pembicara ke dua. “Biasanya jawabannya ada pada pembicara ke dua,” kata Cyssco. Kemudian perhatikan struktur kalimat dan ekspresi dari pembicara. Misalnya setuju, terkejut, tidak pasti, menyarankan, dan sebagainya.
Untuk bagian kedua, fokuskan pendengaran pada kalimat pertama karena ide dari percakapan tersebut ada di situ. Buatlah kesimpulan tentang situasi dan keadaan di mana percakapan itu terjadi. Misalnya kapan, di mana, dan siapa. “Tetapi jangan buat catatan karena hal itu dilarang. Jika tidak yakin tebak saja,” tegas Cyssco.
Untuk bagian ketiga, bacalah dulu keempat jawaban dari masing-masing soal, lalu pilihlah jawaban yang cocok dengan percakapan.
Strategi khusus yang bisa dipakai untuk soal tata bahasa adalah memahami soal. Mulailah mengerjakan soal yang mudah, yakni nomor 1-15. Setelah itu baru nomor 16-40. Pilihlah dua jawaban yang paling mungkin, lalu pelajarilah. Jika masih tidak tahu mana jawaban yang benar, tetaplah menjawab. Jika masih ada waktu, periksalah nomor-nomor akhir karena itu yang sulit.
Satu yang harus diingat, walau nilai TOEFL penting, yang lebih penting lagi adalah pemahaman yang baik terhadap bahasa Inggris dan berani menggunakannya.
Disarikan dari kompas.com
http://blog.uad.ac.id/santos/2009/05/22/tip-and-trik-dalam-menghadapi-ujian-toefl/
Memang TOEFL itu bervariasi. Sekarang bukan zamannya lagi TOEFL paper based test. Sekarang, dengan kemajuan teknologi, iBT TOEFL telah “melanggang” buana. Tipe-tipe dalam iBT berbeda dari pBT (paper based test). Hal ini karena, dalam internet based, semua aspek diujikan, terlebih lagi speaking dan writing yang menantang.
Contohnya: kita disodorkan dua case, pertama dari reading, yang memberikan suatu opini tertentu.
Kemudian kita disodorkan oleh listening, yang membawa kita pada situasi yang berbeda (kontra atau mendukung) reading test. Nah, inilah yang berbeda, dan dengan perbedaan ini kita harus lebih meng-improve listening, writing, selain juga structure and written expression. Na, selamat ber-TOEFL ria…!
Inilah berita selengkapnya
SETIAP kali jadwal penerimaan mahasiswa dimulai atau tawaran beasiswa studi di luar negeri dari institusi bergengsi dibuka, para calon mahasiswa di seluruh dunia berbondong-bondong mengikuti ujian bahasa Inggris TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Itulah tes kemampuan berbahasa Inggris yang diselenggarakan bagi orang-orang yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.
TOEFL pertama kali diselenggarakan pada tahun 1963. Hingga saat ini, TOEFL diselenggarakan di 165 negara dan puluhan juta orang telah mengikuti tes tersebut. TOEFL mempunyai kedudukan yang sangat penting karena semua perguruan tinggi di luar negeri, terutama negara-negara berbahasa Inggris, menjadikan TOEFL sebagai salah satu syarat penerimaan mahasiswa. Biaya mengikuti tes TOEFL sebesar 130 dollar Amerika.
TOEFL ada dua macam, yakni International TOEFL dan Institutional TOEFL. International TOEFL diselenggarakan oleh Kantor TOEFL di Amerika, dengan menunjuk badan-badan khusus yang tersebar di seluruh dunia. Saat ini, soal-soal International TOEFL yang diselenggarakan di ibu kota negara sudah menggunakan sistem komputer, namun di kota-kota lain masih menggunakan sistem kertas dan pensil.
Institutional TOEFL biasanya diselenggarakan perguruan tinggi atau lembaga bahasa Inggris terkemuka, dengan mengacu soal-soal dari International TOEFL. Institutional TOEFL juga masih menggunakan sistem kertas dan pensil. Walaupun soal-soalnya sama, namun hasil tes Institutional TOEFL tidak diakui secara internasional.
Sebaiknya sebelum memutuskan mengikuti International TOEFL, pastikan dulu pada pihak universitas atau pemberi beasiswa apakah mereka menerima Institutional TOEFL. Jika ya, lebih baik mengambil Institutional TOEFL karena biayanya jauh lebih murah, hanya 25 dollar Amerika. Di Indonesia, salah satu penyelenggara Institutional TOEFL adalah Aminef.
BANYAK orang menganggap soal TOEFL sangat sulit dan menjebak karena berbeda dengan soal-soal di bahasa Inggris biasa (general English). Namun walau sulit, bukan tidak mungkin mendapatkan nilai tinggi di TOEFL. Dengan persiapan yang baik dan tahu strategi mengerjakan soal-soal TOEFL, maka peluang mendapatkan nilai tinggi TOEFL sangat terbuka.
“Ujian TOEFL memang sukar. Soalnya banyak yang mengecoh. Selain itu, waktu yang tersedia sangat pendek. Dalam waktu 130 menit harus mengerjakan 140 soal dan mengerjakan esai 300 kata dalam waktu 30 menit. Untuk ujian listening, peserta ujian harus mengerahkan konsentrasi karena percakapannya sangat cepat, sering tidak jelas, dan hanya diputar satu kali,” kata Danny R Cyssco, penulis buku TOEFL dan Bahasa Inggris, dalam seminar “Keys to Succes in TOEFL” yang diselenggarakan Toko Buku Gramedia, akhir Juli lalu.
Menurut Cyssco, tidak bisa ujian TOEFL dilakukan dengan hanya belajar satu malam atau satu minggu sebelum tes. Para peserta TOEFL harus mempersiapkan diri jauh-jauh hari agar bisa mendapatkan nilai tinggi.
“Sebaiknya ambillah kursus persiapan TOEFL untuk meningkatkan pemahaman bahasa Inggris. Persiapan juga bisa dilakukan dengan mempelajari buku-buku TOEFL, mencoba mengerjakan soal-soalnya, lalu mencocokkan jawabannya. Dengan sering mencoba soal-soal tersebut, peserta menjadi terbiasa dengan jebakan-jebakan yang ada di TOEFL,” ujar Cyssco.
Tambahnya, “Jika sudah biasa mengerjakan, maka peserta tes tidak lagi merasa gugup dan grogi saat ujian. Sesiap apa pun seorang peserta, jika perasaan tidak tenang maka dia bisa gagal dalam ujian itu.”
Tes TOEFL terdiri dari empat bagian, yakni listening (mendengarkan), structure and written expression (tata bahasa), reading (memahami bacaan), dan writing (esai). Mendengarkan terdiri 50 soal dan lamanya 35 menit. Tata bahasa mempunyai 40 soal yang harus dijawab dalam waktu 25 menit. Dan untuk mengerjakan 50 soal bacaan disediakan waktu 55 menit. Sedangkan untuk esai, setiap peserta harus membuat karangan sepanjang 300 kata dalam waktu 30 menit. Dalam menulis karangan ini, setiap peserta harus memberikan argumentasi.
Karena waktu yang disediakan sangat pendek sementara soalnya begitu banyak dan menjebak, maka diperlukan strategi dalam mengerjakannya.
Menurut Cyssco ada kiat-kiat umum yang bisa dilakukan oleh para peserta.
Pahami perintahnya dengan baik. Dari tahun ke tahun, perintah yang ada dalam soal-soal TOEFL selalu sama. Jadi hal ini bisa dipelajari sebelum mengikuti tes. Dengan begitu, tidak perlu membuang waktu untuk membaca perintah soal.
Dengarkan percakapan dengan seksama karena hanya diputar satu kali. Konsentrasilah pada soal. Jangan bicara atau melihat ke sesuatu yang lain karena bisa membuyarkan konsentrasi.
Pilihlah pertanyaan yang mudah dulu. Jangan buang waktu untuk mengerjakan soal yang sulit. Biasanya, soal-soal TOEFL bertingkat, dari mudah ke sulit. Namun untuk jawabannya, tidak ada model yang pasti. Maksudnya, setelah menjawab B empat kali, maka jawaban berikutnya pasti D.
Jangan sampai ada soal yang kosong karena sistem penilaian TOEFL bukan sistem penalti, dikurangi bila memberikan jawaban salah.
Jangan menyontek atau memberitahu teman. Jika ketahuan, maka panitia tidak segan-segan mengeluarkan peserta itu dan melarang mengerjakan tes lagi.
SELAIN ada kiat-kiat umum, tentu ada kiat khusus. Kiat khusus ini sangat berguna untuk mengerjakan soal mendengarkan dan tata bahasa.
Kiat khusus untuk soal mendengarkan. Duduklah di dekat pengeras suara, bukan di dekat radio tape. Namun jangan duduk di depannya langsung, juga jangan dekat tembok karena suara akan bergema.
Soal mendengarkan terdiri dari tiga bagian. Masing-masing bagian memiliki kiat khusus. Untuk bagian pertama, begitu mendengar percakapan, fokuslah pada pembicara ke dua. “Biasanya jawabannya ada pada pembicara ke dua,” kata Cyssco. Kemudian perhatikan struktur kalimat dan ekspresi dari pembicara. Misalnya setuju, terkejut, tidak pasti, menyarankan, dan sebagainya.
Untuk bagian kedua, fokuskan pendengaran pada kalimat pertama karena ide dari percakapan tersebut ada di situ. Buatlah kesimpulan tentang situasi dan keadaan di mana percakapan itu terjadi. Misalnya kapan, di mana, dan siapa. “Tetapi jangan buat catatan karena hal itu dilarang. Jika tidak yakin tebak saja,” tegas Cyssco.
Untuk bagian ketiga, bacalah dulu keempat jawaban dari masing-masing soal, lalu pilihlah jawaban yang cocok dengan percakapan.
Strategi khusus yang bisa dipakai untuk soal tata bahasa adalah memahami soal. Mulailah mengerjakan soal yang mudah, yakni nomor 1-15. Setelah itu baru nomor 16-40. Pilihlah dua jawaban yang paling mungkin, lalu pelajarilah. Jika masih tidak tahu mana jawaban yang benar, tetaplah menjawab. Jika masih ada waktu, periksalah nomor-nomor akhir karena itu yang sulit.
Satu yang harus diingat, walau nilai TOEFL penting, yang lebih penting lagi adalah pemahaman yang baik terhadap bahasa Inggris dan berani menggunakannya.
Disarikan dari kompas.com
http://blog.uad.ac.id/santos/2009/05/22/tip-and-trik-dalam-menghadapi-ujian-toefl/
Trik menghadapi tes TOEFL
Jika anda seorang pencari kerja, besar kemungkinan anda disyaratkan untuk memiliki nilai TOEFL minimal 550 (untuk paper-based TOEFL). Untuk tingkat lokal, tes-tes yang diadakan oleh lembaga-lembaga bahasa inggris yang ada di Jakarta sudah cukup memadai walaupun hasilnya adalah TOEFL Prediction (perkiraan skor TOEFL). Beberapa departemen pemerintah mensyaratkan skor TOEFL minimal 550 bagi para calon CPNS. Karena tes TOEFL asli harganya “cukup mahal” diatas Rp 1jt (biasanya dalam dollar), kebanyakan orang mengambil tes TOEFL Prediction dari lembaga-lembaga tersebut. Namun harap berhati-hati karena tidak semua lembaga yang menyelenggarakan tes yang hasilnya setara dengan TOEFL diakui oleh tempat dimana anda melamar pekerjaan. Jadi saya sarankan agar anda bijak untuk memilih.
Lalu bagaimanakah cara agar anda dapat menyiasati tes TOEFL tersebut? Tidak ada yang instan. Semua harus dimulai dengan proses. Jika anda seorang pemula (beginners) dalam bahasa Inggris, hampir tidak mungkin untuk mendapatkan nilai TOEFL 500. Anda harus belajar dari awal dengan ikut kursus bahasa Inggris. Bagi anda yang telah memiliki dasar yang sangat baik, trik-trik berikut akan sangat berguna bagi anda.
Anda harus paham benar bahwa dalam tes TOEFL terdapat 3 bagian yaitu Listening, Structure and Written Expression, dan Reading. Pertama anda akan menghadapi listening. Ingat! Tidak ada tapescript dan tidak ada pengulangan. Konsentrasi penuh. Listening dibagi dalam 3 babak.
Pertama adalah Short Conversation. Di bagian ini anda akan mendengarkan percakapan singkat antara 2 orang (biasanya seorang pria dan seorang wanita). Pada bagian ini, perhatikan benar apa yang diucapkan oleh orang kedua. Karena pertanyaan untuk soal listening di babak ini mengacu kepada orang kedua.
Babak kedua adalah Longer Conversation. Di bagian ini, anda harus mendengarkan percakapan antara dua orang yang cukup panjang. Minimal 4 baris dialog. Pertanyaan yang muncul untuk setiap satu dialog biasanya sekaligus untuk 3 sampai 4 nomor. Praktis untuk tiap soal anda hanya diberi waktu sekitar 6 detik. Ini saran saya. Dalam ujian TOEFL tidak ada penalti (nilai minus) jika salah, jadi daripada anda mengorbankan konsentrasi untuk mendengarkan dialog berikutnya, cepat jawab dan hitamkan pilihan jawaban anda. Lalu segera pasang telinga untuk dialog berikutnya. Untuk 2 bagian ini (short conversation dan longer conversation), di pilihan jawaban yang tersedia (A,B,C,D) biasanya terdapat pilihan yang sound-alike alias yang bunyinya sama. Biasanya dapat dipastikan yang bunyinya sama tersebut bukanlah jawaban yang kita cari. Jawaban yang benar kebanyakan berupa “paraphrase” (membahasakan ulang) dari apa yang disampaikan dalam dialog.
Babak ketiga dari Listening adalah Small Talk. Disini anda akan mendengarkan sebuah monolog. Monolog tersebut bisa berupa seorang dosen yang sedang memberi kuliah, seorang petugas asrama kampus yang sedang memberitahu cara mendapatkan beasiswa, dan lain-lain. Jika anda memutuskan untuk melanjutkan studi ke Amerika tentu saja keahlian listening (mendengarkan) dalam bahasa Inggris topik maupun situasi tersebut sangat penting bagi keberlangsungan studi anda nantinya. Di bagian ini, triknya adalah dengan membaca cepat pilihan jawaban untuk minimal 4 nomor di muka. Dengan demikian anda dapat memperkirakan kemungkinan pertanyaan dan sampai berapa nomor small talk tersebut akan ditanyakan. Contoh: pilihan jawaban adalah sebagai berikut:A. at the cafeteria, B. at a seminar C. in the classroom, D. at the gym. Pasti pertanyaan yang muncul adalah tentang tempat. Contoh: “where does the conversation take place?” Anda bisa langsung mendengarkan secara lebih spesifik (listening for details).
Untuk dua bagian selanjutnya (structure & written expression dan reading) akan saya sampaikan pada kesempatan mendatang. (Mr G)
DIarsipkan di bawah: trik toefl
http://gunempower.wordpress.com/2007/11/19/trik-menghadapi-tes-toefl/
Lalu bagaimanakah cara agar anda dapat menyiasati tes TOEFL tersebut? Tidak ada yang instan. Semua harus dimulai dengan proses. Jika anda seorang pemula (beginners) dalam bahasa Inggris, hampir tidak mungkin untuk mendapatkan nilai TOEFL 500. Anda harus belajar dari awal dengan ikut kursus bahasa Inggris. Bagi anda yang telah memiliki dasar yang sangat baik, trik-trik berikut akan sangat berguna bagi anda.
Anda harus paham benar bahwa dalam tes TOEFL terdapat 3 bagian yaitu Listening, Structure and Written Expression, dan Reading. Pertama anda akan menghadapi listening. Ingat! Tidak ada tapescript dan tidak ada pengulangan. Konsentrasi penuh. Listening dibagi dalam 3 babak.
Pertama adalah Short Conversation. Di bagian ini anda akan mendengarkan percakapan singkat antara 2 orang (biasanya seorang pria dan seorang wanita). Pada bagian ini, perhatikan benar apa yang diucapkan oleh orang kedua. Karena pertanyaan untuk soal listening di babak ini mengacu kepada orang kedua.
Babak kedua adalah Longer Conversation. Di bagian ini, anda harus mendengarkan percakapan antara dua orang yang cukup panjang. Minimal 4 baris dialog. Pertanyaan yang muncul untuk setiap satu dialog biasanya sekaligus untuk 3 sampai 4 nomor. Praktis untuk tiap soal anda hanya diberi waktu sekitar 6 detik. Ini saran saya. Dalam ujian TOEFL tidak ada penalti (nilai minus) jika salah, jadi daripada anda mengorbankan konsentrasi untuk mendengarkan dialog berikutnya, cepat jawab dan hitamkan pilihan jawaban anda. Lalu segera pasang telinga untuk dialog berikutnya. Untuk 2 bagian ini (short conversation dan longer conversation), di pilihan jawaban yang tersedia (A,B,C,D) biasanya terdapat pilihan yang sound-alike alias yang bunyinya sama. Biasanya dapat dipastikan yang bunyinya sama tersebut bukanlah jawaban yang kita cari. Jawaban yang benar kebanyakan berupa “paraphrase” (membahasakan ulang) dari apa yang disampaikan dalam dialog.
Babak ketiga dari Listening adalah Small Talk. Disini anda akan mendengarkan sebuah monolog. Monolog tersebut bisa berupa seorang dosen yang sedang memberi kuliah, seorang petugas asrama kampus yang sedang memberitahu cara mendapatkan beasiswa, dan lain-lain. Jika anda memutuskan untuk melanjutkan studi ke Amerika tentu saja keahlian listening (mendengarkan) dalam bahasa Inggris topik maupun situasi tersebut sangat penting bagi keberlangsungan studi anda nantinya. Di bagian ini, triknya adalah dengan membaca cepat pilihan jawaban untuk minimal 4 nomor di muka. Dengan demikian anda dapat memperkirakan kemungkinan pertanyaan dan sampai berapa nomor small talk tersebut akan ditanyakan. Contoh: pilihan jawaban adalah sebagai berikut:A. at the cafeteria, B. at a seminar C. in the classroom, D. at the gym. Pasti pertanyaan yang muncul adalah tentang tempat. Contoh: “where does the conversation take place?” Anda bisa langsung mendengarkan secara lebih spesifik (listening for details).
Untuk dua bagian selanjutnya (structure & written expression dan reading) akan saya sampaikan pada kesempatan mendatang. (Mr G)
DIarsipkan di bawah: trik toefl
http://gunempower.wordpress.com/2007/11/19/trik-menghadapi-tes-toefl/
Langganan:
Postingan (Atom)